info@fkip-umt.ac.id
info@fkip-umt.ac.id

Pengajian Bulanan FKIP UMT “Cinta Tanah Air dalam Pergerakan Muhammadiyah”

Memeriahkan semarak Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 77, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan menggelar pengajian bulanan dengan tema “Cinta Tanah Air dalam Pergerakan Muhammadiyah”. Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Jum’at, 26 Agustus 2022 pukul 09.30 melalui Zoom Cloud Meeting. Pengajian ini diikuti dekanat, struktural serta dosen-dosen yang berada di bawah naungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Kegiatan pengajian bulanan ini mengambil narasumber dari dosen AIKA, Abd. Rohim, S.Ag., M.Pd.. Dalam kajiannya, beliau menyampaikan lima pokok bahasan yaitu mengenai kemerdekaan dalam Islam, peran strategis organisasi/pergerakan dalam kemerdekaan bangsa, kontribusi muhammadiyah terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara dari masa ke masa. Komitmen ber-Muhammadiyah serta Pesan K.H. Ahmad Dahlan.

“Kemerdekaan yang diraih bukan hadiah bangsa lain, namun diraih dengan darah dan air mata para tokoh dan rakyat Indonesia dengan semangat nasionalis serta agamis dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Merdeka dalam Islam memiliki makna kebebasan umat dari ancaman, penindasan sesuai konsep Islam menuju kehidupan yang lebih bercahaya.” ungkap Abdul Rohim.

Sebelum merdeka, perjuangan di Indonesia masih bersifat kedaerahan yang membuat banyak kegagalan saat melawan penjajah. Bermula dari berdirinya budi utomo diikuti banyak organisasi dan gerakan lainnya, salah satunya Muhammadiyah. Muhammadiyah memiliki peran serta dalam kemerdekaan Indonesia terutama dalam pengubahan sila pertama pancasila yang dapat diasumsikan dalam giat nasionalis namun tetap agamis bagi semua lapisan agama di Indonesia.

Di akhir kajian yang dibawakan Abdul Rohim mengingatkan kembali kepada pesan K.H. Ahmad Dahlan yang selaras dengan rasa cinta tanah air yaitu, Menjadi apapun saja kalian, dan kembalilah ke Muhammadiyah. Hal ini dapat diaplikasi dengan cara tetap memgang teguh nasionalis yang dimiliki namun tetap berpegang pada ajaran agama di era kehidupan yang penuh penyimpangan ini.

Leave a Reply